Kisah-Kisah Lucu Fayakhun Bakamla
Serombongan Polisi berhenti di
sebuah peternakan, dan berbicara dengan seorang peternak tua bernama Fayakhun. Polisi berkata kepada Fayakhun, "Saya perlu memeriksa peternakan Anda karena
ada laporan kepemilikan obat-obatan terlarang."
"Baiklah, tapi jangan masuk
ke kandang yang ada di sana," katanya sambil menunjukkan lokasinya,” Fayakhun memperingatkan.
Polisi itu marah dan berkata,
"Pak, saya memiliki wewenang." Setelah memasukkan tangannya ke saku
celana belakangnya, dia melepaskan lencananya dan dengan bangga
memperlihatkannya kepada Fayakhun.
"Lihat lencana ini, lencana
ini berarti saya diperbolehkan pergi kemanapun saya mau... Di mana pun di
negara ini... Apakah saya telah menjelaskan dengan baik? Apakah Anda
mengerti?"
Fayakhun Bakamla lalu mengangguk sopan, meminta maaf, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa saat kemudian, Fayakhun mendengar teriakan keras dan melihat Polisi berlari menyelamatkan hidupnya
karena dikejar banteng besar. Dengan banteng yang berlari semakin dekat,
nampaknya dia akan terkejar sebelum mencapai pintu kandang. Polisi itu jelas
nampak ketakutan.
"Lencana Anda... Tunjukkan
lencana Anda padanya!"
2.
Ketika Fayakhun
Bakamla Menguhubungi Polisi
Fayakhun dan Istrinya baru saja duduk di tempat tidur saat mereka menyadari bahwa lupa mematikan
lampu di kandang ayam di belakang rumah. Mereka mendengar suara. Tiga orang telah
masuk ke kandang. Takut, mereka menelepon polisi.
Petugas Polsek menjawab bahwa
mereka sedang kehabisan petugas jaga, dan dia akan mengirim seorang petugas
nanti segera setelah ada yang siap.
Fayakhun dan Istrinya menunggu beberapa menit dan menelepon lagi.
Fayakhun lalu mengatakan kepada penerima telepon di Polsek, "Jangan khawatir, tidak
usah mengirim petugas, saya sudah menyelesaikan para pencuri itu dan sekarang
anjing-anjing saya sedang memakan mayat mereka!"
Dalam waktu kurang dari 5 menit,
belasan polisi tiba dan menangkap basah para pencuri itu!
Salah satu polisi bertanya kepada
orang tua itu, "Saya pikir Anda mengatakan bahwa Anda menyelesaikan
pencuri itu dan anjing-anjing Anda memakannya?"
Fayakhun menjawab, "Saya pikir Anda tadi bilang, tidak ada petugas jaga yang
tersedia."
Fayakhun Bakamla duduk di sebelah Joni di sebuah pesawat saat orang berpaling kepada Jono
Kecil dan berkata, "Mari kita bicara, saya pernah mendengar penerbangan
akan berjalan lebih cepat jika Anda memulai percakapan dengan sesama
penumpang."
Joni kecil, yang baru saja membuka
bukunya, menutupnya perlahan, dan berkata pada orang asing itu, "Apa yang
ingin Anda diskusikan?"
"Oh, saya tidak tahu,"
kata pria asing itu. "Bagaimana dengan tenaga nuklir?"
"Baiklah," kata Jono Kecil. "Itu bisa menjadi topik yang menarik. Tapi, saya mau tanya dulu. Seekor kuda, sapi, dan seekor kambing semuanya makan rumput. Makanan yang sama. Namun seekor kambing mengeluarkan tahinya sedikit bulat-bulat, sementara seekor sapi ternyata mengeluarkan tahi yang datar lembek, dan seekor kuda menghasilkan bulatan
"Baiklah," kata Jono Kecil. "Itu bisa menjadi topik yang menarik. Tapi, saya mau tanya dulu. Seekor kuda, sapi, dan seekor kambing semuanya makan rumput. Makanan yang sama. Namun seekor kambing mengeluarkan tahinya sedikit bulat-bulat, sementara seekor sapi ternyata mengeluarkan tahi yang datar lembek, dan seekor kuda menghasilkan bulatan
bulatan kering. Kira-kira menurut
Anda mengapa hal seperti itu bisa terjadi?"
"Astaga," kata pria itu. "Saya tidak punya ide mengenai hal itu."
"Astaga," kata pria itu. "Saya tidak punya ide mengenai hal itu."
"Kalau begitu," kata
Jono Kecil, "Bagaimana Anda merasa memenuhi syarat untuk mendiskusikan
tenaga nuklir jika bicara tahi saja Anda tidak paham?"
Komentar
Posting Komentar